Pelari marathon baik atlet elit maupun rekreasional memiliki karakteristik fisiologis utama yang memungkinkan mereka untuk unggul dalam olahraga yang penuh tantangan
1. Memiliki Kapasitas Aerobic Yang Tinggi (VO2MAX)
Yaitu kemampuan maksimum tubuh untuk mengangkut dan memanfaatkan oksigen di dalam tubuh. Pelari marathon biasanya memiliki VO2MAX yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata orang, sering kali melibihi 50mlkg/menit. Hal ini memungkinkan mereka untuk mempertahankan pace yang lebih cepat untuk durasi yang lebih lama.
Latihan yang dapat meningkatkan VO2MAX yang bisa kamu coba Adalah:
- Interval speed running
- Hill running dan high intensity interval training (HIIT)
2. Metabolisme Lemak Yang Efisien
Selama lari jarak jauh, tubuh akan mengandalkan lemak sebagai bahan bakar. Pelari marathon menunjukkan kemampuan yang lebih baik untuk memanfaatkan simpanan lemak tubuh untuk menghemat karbohidrat di dalam tubuh dalam bentuk glikogen yang berharga untuk saat-saat krusial selama perlombaan.
3. Peningkatan Volume Darah
Olahraga daya tahan seperti maraton ini menstmulasi tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel darah merah, yang mengarah ke peningkatan volume darah. Volume yang meningkat iini meningkatkan pengiriman oksigen ke otot, yang selanjutnya meningkatkan peforma fisik pelari.
4. Kekuatan Dan Daya Tahan Otot
Meskipun tidak sepenting kapasasitas aerobic, kekutan dan daya tahan otot yang memadai sangat penting untuk mempertahankan peforma khususnya efisiensi berlari (running economy).
5. Ketangguhan Mental (Mental Toughness)
Olahraga lari jarak jauh Adalah tentang mengalahkan diri sendiri. Menyelesaikan marathon membutuhkan ketangguhan mental yang sangat luar biasa. Pelari harus berjuang melawan ketiknyamanan fisik, kelelahan, dan kergauan diri untuk mencapai garis finish.